Rabu, 24 November 2010

MUSIK DANGDUT

Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.
Penyebutan nama "dangdut" merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu.

Dari musik Melayu ke Dangdut

Orkes Melayu (biasa disingkat OM, sebutan yang masih sering dipakai untuk suatu grup musik dangdut) yang asli menggunakan alat musik seperti gitar akustik, akordeon, rebana, gambus, dan suling, bahkan gong. Pada tahun 1950-an dan 1960-an banyak berkembang orkes-orkes Melayu di Jakarta yang memainkan lagu-lagu Melayu Deli dari Sumatera (sekitar Medan). Pada masa ini mulai masuk eksperimen masuknya unsur India dalam musik Melayu. Perkembangan dunia sinema pada masa itu dan politik anti-Barat dari Presiden SukarnoP. Ramlee (dari Malaya), Said Effendi (dengan lagu Seroja), Ellya (dengan gaya panggung seperti penari India, sang pencipta Boneka dari India), Husein Bawafie (salah seorang penulis lagu Ratapan Anak Tiri), Munif Bahaswan (pencipta Beban Asmara), serta M. Mashabi (pencipta skor film "Ratapan Anak Tiri" yang sangat populer di tahun 1970-an). menjadi pupuk bagi grup-grup ini. Dari masa ini dapat dicatat nama-nama seperti
Gaya bermusik masa ini masih terus bertahan hingga 1970-an, walaupun pada saat itu juga terjadi perubahan besar di kancah musik Melayu yang dimotori oleh Soneta Group pimpinan Rhoma Irama. Beberapa nama dari masa 1970-an yang dapat disebut adalah Mansyur S., Ida Laila, A. Rafiq, serta Muchsin Alatas. Populernya musik Melayu dapat dilihat dari keluarnya beberapa album pop Melayu oleh kelompok musik pop Koes Plus di masa jayanya.
Dangdut modern, yang berkembang pada awal tahun 1970-an sejalan dengan politik Indonesia yang ramah terhadap budaya Barat, memasukkan alat-alat musik modern Barat seperti gitar listrik, organ elektrik, perkusi, terompet, saksofon, obo, dan lain-lain untuk meningkatkan variasi dan sebagai lahan kreativitas pemusik-pemusiknya. Mandolin juga masuk sebagai unsur penting. Pengaruh rock (terutama pada permainan gitar) sangat kental terasa pada musik dangdut. Tahun 1970-an menjadi ajang 'pertempuran' bagi musik dangdut dan musik rock dalam merebut pasar musik Indonesia, hingga pernah diadakan konser 'duel' antara Soneta Group dan God Bless. Praktis sejak masa ini musik Melayu telah berubah, termasuk dalam pola bisnis bermusiknya.
Pada paruh akhir dekade 1970-an juga berkembang variasi "dangdut humor" yang dimotori oleh OM Pancaran Sinar Petromaks (PSP). Orkes ini, yang berangkat dari gaya musik melayu deli, membantu diseminasi dangdut di kalangan mahasiswa. Subgenre ini diteruskan, misalnya, oleh OM Pengantar Minum Racun (PMR) dan, pada awal tahun 2000-an, oleh Orkes Pemuda Harapan Bangsa (PHB).

Bangunan lagu

Meskipun lagu-lagu dangdut dapat menerima berbagai unsur musik lain secara mudah, bangunan sebagian besar lagu dangdut sangat konservatif, sebagian besar tersusun dari satuan delapan birama 4/4. Jarang sekali ditemukan lagu dangdut dengan birama 3/4, kecuali pada beberapa lagu masa 1960-an seperti Burung NuriSeroja. Lagu dangdut juga miskin improvisasi, baik melodi maupun harmoni. Sebagai musik pengiring tarian, dangdut sangat mengandalkan ketukan tabla dan sinkop. dan
Intro dapat berupa vokal tanpa iringan atau berupa permainan seruling, selebihnya merupakan permainan gitar atau mandolin. Panjang intro dapat mencapai delapan birama.
Lagu dangdut standar tidak memiliki refrain, namun memiliki bagian kedua dengan bangunan melodi yang berbeda dengan bagian pertama. Sebelum memasuki bagian kedua biasanya terdapat dua kali delapan birama jeda tanpa lirik (interlude). Bagian kedua biasanya sepanjang dari dua kali delapan birama dengan disela satu baris jeda tanpa lirik. Di akhir bagian kedua kadang-kadang terdapat koda sepanjang empat birama. Lirik bagian kedua biasanya berisi konsekuensi dari situasi yang digambarkan bagian pertama atau tindakan yang diambil si penyanyi untuk menjawab situasi itu.

Interaksi dengan musik lain

Dangdut dalam budaya kontemporer Indonesia

Jauh sebelumnya, dangdut juga telah mengundang perdebatan dan berakhir dengan pelarangan panggung dangdut dalam perayaan Sekaten di Yogyakarta. Perdebatan muncul lagi-lagi akibat gaya panggung penyanyi (wanita)-nya yang dinilai terlalu "terbuka" dan berselera rendah, sehingga tidak sesuai dengan misi Sekaten sebagai suatu perayaan keagamaan.

Tokoh-tokoh

Pra-1970-an

1970-an

Setelah 1970-an

http://id.wikipedia.org/wiki/Dangdut

untuk melihat klik
http://www.4shared.com/audio/P-RG6z2A/Dangdut_-_Cinta_Satu_Malam___B.html 







MUSIK KERONCONG

Keroncong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Orkes Keroncong di Belitung.
Keroncong merupakan nama dari instrumen musik sejenis ukulele dan juga sebagai nama dari jenis musik khas Indonesia yang menggunakan instrumen musik keroncong, flute, dan seorang penyanyi wanita.

Asal-usul

Akar keroncong berasal dari sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa itu sejak abad ke-16 ke Nusantara. Dari daratan India (Goa) masuklah musik ini pertama kali di Malaka dan kemudian dimainkan oleh para budak dari Maluku. Melemahnya pengaruh Portugis pada abad ke-17 di Nusantara tidak dengan serta-merta berarti hilang pula musik ini. Bentuk awal musik ini disebut moresco (sebuah tarian asal Spanyol, seperti polka agak lamban ritmenya), di mana salah satu lagu oleh Kusbini disusun kembali kini dikenal dengan nama Kr. Muritsku, yang diiringi oleh alat musik dawai. Musik keroncong yang berasal dari Tugu disebut keroncong Tugu. Dalam perkembangannya, masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara, seperti penggunaan seruling serta beberapa komponen gamelan. Pada sekitar abad ke-19 bentuk musik campuran ini sudah populer di banyak tempat di Nusantara, bahkan hingga ke Semenanjung Malaya. Masa keemasan ini berlanjut hingga sekitar tahun 1960-an, dan kemudian meredup akibat masuknya gelombang musik populer (musik rock yang berkembang sejak 1950, dan berjayanya musik Beatle dan sejenisnya sejak tahun 1961 hingga sekarang). Meskipun demikian, musik keroncong masih tetap dimainkan dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dan Malaysia hingga sekarang.

Alat-alat musik

Dalam bentuknya yang paling awal, moresco diiringi oleh musik dawai, seperti biola, ukulele, serta selo. Perkusi juga kadang-kadang dipakai. Set orkes semacam ini masih dipakai oleh keroncong Tugu, bentuk keroncong yang masih dimainkan oleh komunitas keturunan budak Portugis dari Ambon yang tinggal di Kampung Tugu, Jakarta Utara, yang kemudian berkembang ke arah selatan di Kemayoran dan Gambir oleh orang Betawi berbaur dengan musik Tanjidor (tahun 1880-1920). Tahun 1920-1960 pusat perkembangan pindah ke Solo, dan beradaptasi dengan irama yang lebih lambat sesuai sifat orang Jawa.
Pem-"pribumi"-an keroncong menjadikannya seni campuran, dengan alat-alat musik seperti
Saat ini, alat musik yang dipakai dalam orkes keroncong mencakup
  • ukulele cuk, berdawai 3 (nilon), urutan nadanya adalah G, B dan E; sebagai alat musik utama yang menyuarakan crong - crong sehingga disebut keroncong (ditemukan tahun 1879 di Hawai, dan merupakan awal tonggak mulainya musik keroncong)
  • ukulele cak, berdawai 4 (baja), urutan nadanya A, D, Fis, dan B. Jadi ketika alat musik lainnya memainkan tangga nada C, cak bermain pada tangga nada F (dikenal dengan sebutan in F);
  • gitar akustik sebagai gitar melodi, dimainkan dengan gaya kontrapuntis (anti melodi);
  • biola (menggantikan Rebab); sejak dibuat oleh Amati atau Stradivarius dari Cremona Itali sekitar tahun 1600 tidak pernah berubah modelnya hingga sekarang;
  • flute (mengantikan Suling Bambu), pada Era Tempo Doeloe memakai Suling Albert (suling kayu hitam dengan lubang dan klep, suara agak patah-patah, contoh orkes Lief Java), sedangkan pada Era Keroncong Abadi telah memakai Suling Bohm (suling metal semua dengan klep, suara lebih halus dengan ornamen nada yang indah, contoh flutis Sunarno dari Solo atau Beny Waluyo dari Jakarta);
  • selo; betot menggantikan kendang, juga tidak pernah berubah sejak dibuat oleh Amati dan Stradivarius dari Cremona Itali 1600, hanya saja dalam keroncong dimainkan secara khas dipetik/pizzicato;
  • kontrabas (menggantikan Gong), juga bas yang dipetik, tidak pernah berubah sejak Amati dan Stradivarius dari Cremona Itali 1600 membuatnya;
Penjaga irama dipegang oleh ukulele dan bas. Gitar yang kontrapuntis dan selo yang ritmis mengatur peralihan akord. Biola berfungsi sebagai penuntun melodi, sekaligus hiasan/ornamen bawah. Flut mengisi hiasan atas, yang melayang-layang mengisi ruang melodi yang kosong.
Bentuk keroncong yang dicampur dengan musik populer sekarang menggunakan organ tunggal serta synthesizer untuk mengiringi lagu keroncong (di pentas pesta organ tunggal yang serba bisa main keroncong, dangdut, rock, polka, mars).

Jenis keroncong

Musik keroncong lebih condong pada progresi akord dan jenis alat yang digunakan. Sejak pertengahan abad ke-20 telah dikenal paling tidak tiga macam keroncong, yang dapat dikenali dari pola progresi akordnya. Bagi pemusik yang sudah memahami alurnya, mengiringi lagu-lagu keroncong sebenarnya tidaklah susah, sebab cukup menyesuaikan pola yang berlaku. Pengembangan dilakukan dengan menjaga konsistensi pola tersebut. Selain itu, terdapat pula bentuk-bentuk campuran serta adaptasi.

Perkembangan keroncong masa kini

Setelah mengalami evolusi yang panjang sejak kedatangan orang Portugis di Indonesia (1522) dan pemukiman para budak di daerah Kampung Tugu tahun 1661 [1], dan ini merupakan masa evolusi awal musik keroncong yang panjang (1661-1880), hampir dua abad lamanya, namun belum memperlihatkan identitas keroncong yang sebenarnya dengan suara crong-crong-crong, sehingga boleh dikatakan musik keroncong belum lahir tahun 1661-1880.
Dan akhirnya musik keroncong mengalami masa evolusi pendek terakhir sejak tahun 1880 hingga kini, dengan tiga tahap perkembangan terakhir yang sudah berlangsung dan satu perkiraan perkembangan baru (keroncong millenium). Tonggak awal adalah pada tahun 1879 [2], di saat penemuan ukulele di Hawai [3] yang segera menjadi alat musik utama dalam keroncong (suara ukulele: crong-crong-crong), sedangkan awal keroncong millenium sudah ada tanda-tandanya, namun belum berkembang (Bondan Prakoso).
Empat tahap masa perkembangan tersebut adalah[4]
(a) Masa tempo doeloe (1880-1920),
(b) Masa keroncong abadi (1920-1960), dan
(c) Masa keroncong modern (1960-2000), serta
(d) Masa keroncong millenium (2000-kini)

Masa tempo doeloe (1880-1920)

Ukulele ditemukan pada tahun 1879 di Hawaii, sehingga diperkirakan pada tahun berikutnya Keroncong baru menjelma pada tahun 1880, di daerah Tugu kemudian menyebar ke selatan daerah Kemayoran dan Gambir (lihat ada lagu Kemayoran dan Pasar Gambir, sekitar tahun 1913). Komedie Stamboel 1891-1903 lahir di Kota Pelabuhan Surabaya tahun 1891, berupa Pentas Gaya Instanbul, yang mengadakan pertunjukan keliling di Hindia Belanda, Singapura, dan Malaya lewat jalur kereta api maupun kapal api. Pada umumnya pertunjukan meliputi Cerita 1001 Malam (Arab) dan Cerita Eropa (Opera maupun Rakyat), termasuk Hikayat India dan Persia. Sebagai selingan, antar adegan maupun pembukaan, diperdengarkan musik mars, polka, gambus, dan keroncong. Khusus musik keroncong dikenal pada waktu itu Stambul I, Stambul II, dan Stambul III.
Pada waktu itu lagu Stambul berirama cepat (sekitar meter 120 untuk satu ketuk seperempat nada), di mana Warga Kampung Tugu menyebut sebagai Keroncong Portugis, sedangkan Gesang menyebut sebagai Keroncong Cepat, dan berbaur dengan Tanjidor yang asli Betawi. Pada masa ini dikenal para musisi Indo, dan pemain biola legendaris adalah M. Sagi (perhatikan rekaman Idris Sardi main biola lagu Stambul II Jali-jali berdasarkan aransemen dari M. Sagi). Seperti diketahui bahwa panjang lagu stambul adalah 16 birama, yang terdiri atas:

Stambul I:

Lagu ini misalnya Terang Bulan, Potong Padi, Nina Bobo, Sarinande, O Ina Ni Keke, Bolelebo, dll. dengan struktur bentuk A - B - A - B atau A - B - C - D (16 birama):
  • |I , , , |, , , , |, , , , |V7, , , |
  • |, , , , |, , , , |, , , , |I , , , |
  • |I7, , , |IV, , , |, , V7, |I , , , |
  • |, , , , |V7, , , |, , , , |I , , , ||

Stambul II:

Lagu ini misalnya Si Jampang, Jali-Jali, di mana masuk pada Akord IV sebagai ciri Stambul II dengan struktur A - B - A - C (16 birama):
  • |I . . . |. . . . |. . . . |IV, , , | (tanda . artinya tacet)
  • |, , , , |, , , , |, , V7, |I , , , |
  • |, , , , |, , , , |, , , , |V7, , , |
  • |, , , , |, , , , |, , , , |I , , , ||

Stambul III:

Lagu ini misalnya Kemayoran, di mana mirip dengan Keroncong A sli sehingga sering salah diucapkan dengan Kr. Kemayoran, yang seharusnya Stambul III Kemayoran, dengan struktur Prelude - A - Interlude - B - C (16 birama):
  • Pr|I , , , |, , , , | Prelude 2 birama
  • A1|, , , , |, , , , |
  • A2|II#, , ,|V7, , , | Modulasi 2 birama
  • In|, , , , |IV, , , | Interlude 2 birama
  • B1|, , , , |I , , , |
  • B2|V7, , , |I , , , |
  • C1|, , , , |, , , , |
  • C2|V7, , , |I , , , ||
Musiq Losquin Bugis: Dari periode tempo doeloe ini lahir pula di Makassar bentuk keroncong khas yang dikenal sebagai musiq losquin Bugis, misalnya lagu Ongkona Arumpone yang dinyanyikan oleh Sukaenah B. Salamaki. Irama keroncong ini, tanpa seruling-biola-cello, tapi dengan melodi guitar yang kental, mirip seperti gaya Tjoh de Fretes dari Ambon. Kalau kita hubungkan kesemua ini, maka ada garis kesamaan dengan Orkes Keroncong Cafrino Tugu (Kr. Pasar Gambir) – Orkes Keroncong Lief Java (Kr. Kali Brantas) – Losquin Bugis (Ongkona Arumpone) – Orkes Hawaian Tjoh de Fretes (Pulau Ambon), yaitu gaya era tempo doeloe dengan irama yang cepat tanpa kendangan cello dan dengan guitar melodi yang kental.
Dengarkan Orkest Lief Java, Orkes Keroncong Cafrino Tugu, George de Fretes, dan Orkes Keroncong Restu serta Artis Keroncong lainnya, pada kumpulan Lagu Indonesia di website http://batusura.de/lagu/

Masa keroncong abadi (1920-1960)

Pada masa ini panjang lagu telah berubah menjadi 32 birama, akibat pengaruh musik pop Amerika yang melanda lantai dansa di Hotel2 Indonesia pada waktu itu, dengan musisi didominasi dari Filipina (spt Pablo, Sambayon, dll), dan berakibat juga lagu pada waktu itu telah 32 birama juga, perhatikan lagu Indonesia Raya (1924) pada waktu itu juga sudah 32 birama. Selanjutnya pusat perkembangan beralih ke
Solo dan iramanya juga lebih lamban (sekitar 80 untuk seperempat nada). Masa ini lahir para musisi Solo spt Gesang. Lagu Keroncong Abadi terdiri atas:

Langgam Keroncong:

Bentuk lagu langgam ada dua versi. Yang pertama A - A - B - A dengan pengulangan dari bagian A kedua seperti lagu standar pop: Verse A - Verse A - Bridge B - Verse A, panjang 32 birama. Beda sedikit pada versi kedua, yakni pengulangannya langsung pada bagian B. Meski sudah memiliki bentuk baku, namun pada perkembangannya irama ini lebih bebas diekspresikan. Penyanyi serba bisa Hetty Koes Endang misalnya, dia sering merekam lagu-lagu non keroncong dan langgam menggunakan irama yang sama, dan kebanyakan tetap dinamakan langgam. Alur akord-nya sebagai berikut:
  • Verse A | V7 , , , |I , , , | IV , V7 , | I , , , | I , , , | V7 , , , | V7 , , , | I , , , |
  • Verse A |V7 , , , | I , , , | IV , V7 , | I , , , | I , , , | V7 , , , | V7 , , , | I , , , |
  • Bridge B |I7 , , , |IV , , , | IV , V , | I , , , | I , , , | II# , , , | II# , , , | V , , ,|
  • Verse A |V7 , , , |I , , , | IV , V7 , | I , , , | I , , , | V7 , , , | V7 , , , | I , , , |

Stambul Keroncong:

Stambul Keroncong berbentuk (A-B-A-B') x 2 = 16 birama x 2 = 32 birama, merupakan modifikasi Stambul II yang 16 birama menjadi 32 birama (menyesuaikan standar Keroncong Abadi yang 32 birama). Stambul merupakan jenis keroncong yang namanya diambil dari bentuk sandiwara yang dikenal pada akhir abad ke-19 hingga paruh awal abad ke-20 di Indonesia dengan nama Komedi stambul. Nama "stambul" diambil dari Istambul di Turki.
Alur akord Stambul Keroncong adalah sbb. (tanda - adalah tacet atau iringan tidak dibunyikan):
  • |I - - - | - - - - | - - - - |IV , , , | dibuka dg broken chord I utk mencari nada
  • |IV , , , |IV , , , |IV , V ,|I , , , |
  • |I , , , |I , , , |I , , , |V , , , |
  • |V , , , |V , , , |V , , , |I , , , |
  • |I , , , |I , , , |I , , , |IV , , , | 16 birama ini pengulangan dari 16 birama pertama atau sama
  • |IV , , , |IV , , , |IV , V , |I , , , |
  • |I , , , |I , , , |I , , , |V , , , |
Stambul Keroncong berbentuk (A-B-A-B') x 2 = 16 birama x 2 = 32 birama, merupakan modifikasi Stambul II yang 16 birama menjadi 32 birama (menyesuaikan standar Keroncong Abadi yang 32 birama). Stambul merupakan jenis keroncong yang namanya diambil dari bentuk sandiwara yang dikenal pada akhir abad ke-19 hingga paruh awal abad ke-20 di Indonesia dengan nama Komedi stambul. Nama "stambul" diambil dari Istambul di Turki.
Alur akord Stambul Keroncong adalah sbb. (tanda - adalah tacet atau iringan tidak dibunyikan):
  • |I - - - | - - - - | - - - - |IV , , , | dibuka dg broken chord I utk mencari nada
  • |IV , , , |IV , , , |IV , V ,|I , , , |
  • |I , , , |I , , , |I , , , |V , , , |
  • |V , , , |V , , , |V , , , |I , , , |
  • |I , , , |I , , , |I , , , |IV , , , | 16 birama ini pengulangan dari 16 birama pertama atau sama
  • |V , , , |V , , , |V , , , |I , , , |

[sunting] Keroncong Asli

Keroncong Asli

Keroncong asli me
Keroncong asli memiliki bentuk lagu A - B - B'. Lagu terdiri atas 8 baris, 8 baris x 4 birama = 32 birama, di mana dibuka dengan PRELUDE 4 birama yang dimainkan secara instrum
INTERLUDE standar sebanyak 4 birama yang dimainkan secara instrumental juga. Keroncong asli diawali oleh voorspel atau prelude, atau intro yang diambil dari baris 7 (B3) mengarah ke nada/akord awal lagu, yang dilakukan oleh alat musik melodi seperti seruling/flut, biola, atau gitar; dan tussenspel atau interlude atau intermezzo di tengah-tengah setelah modulasi/modulatie/modulation yang standar untuk semua keroncong asli: Alur akordnya seperti tersusun di bawah ini:
  • Pr |V , , , |I , I7 , |IV , V7 , |I , , , | Prelude 4 birama diambil dari baris ke-7 (B3)
  • (A1) | I , , , | I , , , | V , , , | V , , , |
  • (A2) |II# , , , | II# , , , | V , , , | Modulasi merupakan ciri keroncong asli sebanyak 4 birama
  • In |V , , , | V , , , | V , , , |IV , , , | Interlude 4 birama untuk semua lagu menjadi standar
  • (B1) | IV , , ,| IV , , ,|V7 , , , | I , , , |
  • (B2) |I , , , | V7 , , , | V7 , , , | I , I7 , |
  • (B3) |IV , V7 , |I , I7 , | IV , V7 , |I , , , |
  • (B2) | I , , , | V7 , , , | V7 , , ,| I , , , |
Kadensa Keroncong Kadensa adalah suatu rangkaian harmoni sebagai penutup pada akhir melodi atau di tengah kalimat, sehingga bisa menutup sempurna melodi tersebut atau setengah menutup (sementara) melodi tersebut. Pada Masa Keroncong Abadi dikenal rangkaian penutup I7-IV-V7-I.
  1. Kadensa dengan rangkaian V7-I disebut sebagai Kadensa Sempurna, karena sempurna menutup rangkaian tersebut dan terasa berhenti sempurna.
  2. Tetapi kalau akord X-V7 menjadi akhir rangaian, maka disebut Kadensa Tidak Sempurna atau Setengah Kadensa, misalnya rangkaian Super Tonik - Dominan Septim.
  3. Kalau rangkaian harmoni diakhiri pada X-VI, maka disebut Kadensa Terputus, misalnya Doninan Septim - Submedian.
  4. Dalam rangkaian IV-I disebut Kadensa Plagal, mempunyai sifat sendu seperti kalau kita mengucap "Amin" dalam salat.
  5. Lagu kunci minor ditutup pada kunci mayor, disebut Tierce de Piecardy, jadi sebenarnya bukan kadensa, namun biasanya dipakai dalam akhir lagu
  6. Kadensa Keroncong, khusus dikembangkan dalam musik keroncong, yaitu rangkaian harmoni I7-IV-V7-I
Ismail Marzuki (1914-1958) Komponis Ismail Marzuki termasuk hidup dalam Era Keroncong Abadi, namun lagu-lagunya sangat modern pada zamannya, misalnya Sepasang Mata Bola ditulis dalam kunci minor sehingga dapat dinyanyikan dengan iringan keroncong seperti keroncong beat (1958).
Gambang Keromong Gambang Keromong adalah salah satu gaya keroncong yang dikembangkan oleh Etnis Tionghoa (gambang adalah alat musik bilah kayu seperti marimba, sedangkan keromong adalah istilah lain dari kempul) yang dikembangkan tahun sekitar 1949 di Jakarta (tanjidor), namun kemudian berkembang di Semarang (ingat lagu Gambang Semarang - Oey Yok Siang). Sebenarnya Gambang Keromong yang lahir di Masa Keroncong Abadi 1920-1960 adalah cikal bakal Campursari yang lahir pada Masa Keroncong Modern.

Masa keroncong modern (1960-2000)

Perkembangan keroncong masih di daerah Solo dan sekitarnya, namun muncul berbagai gaya baru yang berbeda dengan Masa Keroncong Abadi (termasuk musisinya), dan merupakan pembaruan sesuaidengan lingkungannya.

Langgam Jawa

Bentuk adaptasi keroncong terhadap tradisi musik gamelan dikenal sebagai langgam Jawa, yang berbeda dari langgam yang dimaksud di sini. Langgam Jawa memiliki ciri khusus pada penambahan instrumen antara lain siter, kendang (bisa diwakili dengan modifikasi permainan cello ala kendang), saron, dan adanya bawa atau suluk berupa introduksi vokal tanpa instrumen untuk membuka sebelum irama dimulai secara utuh. Tahun 1968 Langgam Jawa berkembang menjadi Campursari.
Umumnya mempunyai struktur lagu pop yaitu A - A - B - A atau juga A - B - C - D dangan jumlah 32 birama. Lagu Langgam Jawa yang terkenal di tahun 1958 adalah ciptaan Anjar Any (1936-2008): Yen Ing Tawang Ana Lintang (Tawang dalam Bahasa Jawa berarti: awang-awang, langit, dan makna lain nama suatu desa di Magetan, Kalau di Langit Ada Bintang). Langgam Jawa menjadi terkenal oleh Waljinah yang pernah sebagai juara tingkat sekolah SMP di RRI Solo tahun 1958.

Keroncong Beat

Dimulai oleh Yayasan Tetap Segar pimpinan Rudy Pirngadie, di Jakarta pada tahun 1959 dan bisa mengiringi lagu barat pop (mau melangkah lebih bersifat universal). Pada waktu itu Idris Sardi ikut tur ke New York World's Fair Amerika Serikat dengan biola tahun 1964 dengan maksud mau memperkenalkan lagu pop barat (I left my heart in San Fransico, pada waktu itu tahun 1964 lagu ini merupakan salah satu hit di dunia) dengan iringan keroncong beat, namun dia kena denda melanggar hak cipta akibat tanpa izin.
Dengan Keroncong Beat maka berbagai lagu (bukan dengan rangkaian harmoni keroncong, termsuk kunci Minor) dapat dinyanyikan seperti La Paloma, Monalisa, Widuri, Mawar Berduri, dll.

Campur Sari

Di Gunung Kidul (DI Yogyakarta) pada tahun 1968 Manthous memperkenalkan gabungan alat gamelan dan musik keroncong, yang kemudian dikenal sebagai Campursari. Kini daerah Solo, Sragen, Ngawi, dan sekitarnya, terkenal sebagai pusat para artis musik campursari. Bahkan Bupati Sukoharjo ikut meramaikan bursa campursari.

Keroncong Koes-Plus

Koes Plus dikenal sebagai perintis musik rock di Indonesia, pada sekitar tahun 1974 juga berjasa dalam musik keroncong yang rock. Keroncong Pertemuan adalah Keroncong Koes Plus dengan struktur bentuk campuran (dalam bahasa Belanda disebut Meng-vorm atau Inggris Combine form) antara Stambul II dan langgam Keroncong.
Seandainya band rock Indonesia bisa mengikuti jejak Koes-Plus untuk melestarikan budaya sendiri seperti keroncong, maka betapa indah musik rock Indonesia dapat ngetop dengan irama kampung halaman, berarti musik keroncong jangan mati (ucapan Gesang). Mudah-mudahan Mbah, generasi muda Indonesia dapat melanjutkan musik keroncong .

Keroncong Dangdut (Congdut)

Keroncong dangdut (Congdut) adalah jawaban atas derasnya pengaruh musik dangdut dalam musik populer di Indonesia sejak 1980-an. Seiring dengan menguatnya campur sari di pentas musik populer etnis Jawa, sejumlah musisi, konon dimulai dari Surakarta, memasukkan unsur beat dangdut ke dalam lagu-lagu langgam Jawa klasik maupun baru. Didi Kempot adalah tokoh utama gerakan pembaruan ini. Lagu-lagu yang terkenal antara lain Stasiun Balapan, Sewu Kuto.

Masa keroncong millenium (2000-kini)

Walaupun musik keroncong di era millenium (tahun 2000-an) belum menjadi bagian dari industri musik pop Indonesia, tetapi beberapa pihak masih mengapresiasi musik keroncong. Kelompok musik "Keroncong Merah Putih"[rujukan?], kelompok keroncong berbasis Bandung masih cukup aktif melakukan pertunjukan. Selain itu, Bondan Prakoso dan grupnya Bondan Prakoso & Fade 2 Black, menciptakan komposisi berjudul "Keroncong Bondol" yang berhasil memadukan musik gaya rap dengan musik latar belakang irama keroncong.

Tokoh keroncong

Salah satu tokoh Indonesia yang memiliki kontribusi cukup besar dalam membesarkan musik keroncong adalah bapak Gesang. Lelaki asal kota Surakarta (Solo) ini bahkan mendapatkan santunan setiap tahun dari pemerintah Jepang karena berhasil memperkenalkan musik keroncong di sana. Salah satu lagunya yang paling terkenal adalah(lagu)|Bengawan Solo. Lantaran pengabdiannya itulah, oleh Gesang dijuluki "Buaya Keroncong" oleh insan keroncong Indonesia, sebutan untuk pakar musik keroncong. Gesang menyebut irama keroncong pada MASA STAMBUL (1880-1920), yang berkembang di Jakarta (Tugu , Kemayoran, dan Gambir) sebagai Keroncong Cepat; sedangkan setelah pusat perkembangan pindah ke Solo (MASA KERONCONG ABADI: 1920-1960) iramanya menjadi lebih lambat.
Di sisi lain namaAnjar Any (Solo, pencipta Langgam Jawa lebih dari 2000 lagu yang meninggal tahun 2008) juga mempunyai andil dalam keroncong untuk Langgam Jawa beserta Waljinah (Solo), sedangkan R. Pirngadie (Jakarta) untuk Keroncong Beat, Manthous (Gunung Kidul, Yogyakarta) untuk Campursari dan Koe Plus (Solo/Jakarta) untuk Keroncobg Rock, serta Didi Kempot (Ngawi) untuk Cong


http://id.wikipedia.org/wiki/Keroncong

untuk meliahat video 
http://www.4shared.com/video/qvMJ0Gom/Keroncong_Telomoyo_-_Sundari_S.html  





MUSIK POP 

Musik populer atau Musik pop adalah nama bagi aliran-aliran musik yang didengar luas oleh pendengarnya dan kebanyak bersifat komersial.

Musik populer pertama kali berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1920 di mana rekaman pertama kali dibuat berdasarkan penemuan Thomas Edison, dibedakan dengan Musik Klasik, Musik Jazz, Musik Tradisional, Musik Blues, kemudian juga berkembang ke negara-negara lain sedunia.Daftar isi [sembunyikan]
1 Sejarah Musik Klasik sejak Musik Gregorian tahun 590
1.1 Notasi Gregorian Tahun 590
1.2 Musik Organum 1150-1400
1.3 Musik Diafoni 1400-1600
1.4 Basso Ostinato Tahun 1600
1.5 Musik Polifoni Era Barok 1600-1750
1.6 Musik Homofoni Era Klasik 1750-1825
1.7 Musik Klasik Era Romantik 1820-1910
1.8 Musik Klasik Modern 1910-sekarang
2 Sejarah Musik Pop sejak 1920
2.1 Musik Ragtime di Amerika Serikat sejak 1890
2.2 Musik Blues di Amerika Serikat sejak 1895
2.3 Musik Pop di Amerika Serikat mulai 1920
2.4 Musik Amerika Latin lahir sejak 1857
2.5 Musik Country sejak 1920
3 Aliran-aliran dalam musik populer

Sejarah Musik Klasik sejak Musik Gregorian tahun 590

Musik Klasik dimulai dengan penemuan Notasi Gregorian tehun 590 oleh Paus Agung Gregori, berupa balok not dengan 4 garis, namun notasi belum ada hitungannya. Paus Gregory semasa hidupnya telah mencatat lagu-lagu Gereja dengan Notasi Gregorian tersebut. sebelum tahun 590 musik mengalami kegelapan tidak ada peninggalan tertulis yang dapat dibaca.
Notasi Gregorian Tahun 590

Notasi musik lahir pada tahun 590 yang disebut Notasi Gregorian, yang ditemukan oleh Paus Agung Gregori, di mana sebelumnya musik mengalami kegelapan tidak ada peninggalan tertulis. Pada masa hidupnya Paus Gregori telah menyalin ratusan lagu-lagu Gereja dalam Notasi Gregorian tersebut. Notasi ini memekai 4 garis sebagai balok not, tetapi belum ada notasi iramanya (hitungan berdasarkan perasaan penyanyi. Di sini sifat lagu masih sebagai lagu tunggal atau monofoni.
Musik Organum 1150-1400

Pada awalnya orang menyanyi dengan nada yang sama, atau disebut dengan organum, nada atas dinyanyikan oleh wanita atau anak-anak, sedangkan nada rendah dinyanyikan oleh laki-laki. Di sini terjadi susunan lagu berjarak oktaf, suara tinggi (wanita/anak-anak) dan suara rendah (laki-laki).
Musik Diafoni 1400-1600

Ternyata tidak semua dapat mengikuti suara tinggi atau suara rendah.Oleh sebab itu diputuskan untuk membuat suara yang kuart lebih rendah mengikuti melodi, kuart tinggi maunpun kuart rendah, dan musik yang demikian ini disebut musik diafoni (dia=dua, foni=suara).
Basso Ostinato Tahun 1600

Orang-orang Italia pada tahun sekitar 1600 menemukan apa yang disebut Basso Ostinato atau Bass yang bergerak gendeng atau gila, berupa rangkaian nada-nada yang bergerak selangkah demi selangkah ke bawah atau ke atas, kemudian diulang pada rangkaian nada lain.
Musik Polifoni Era Barok 1600-1750

Ternyata suara yang mengikuti sama dengan melodi menjadi membosankan, maka mulailah suara tidak bergerak secara sejajar, maka mulailah dengan arah yang berlawanan. Komponis Giovani Perluigi da Palestrina (1515-1594) adalah perintis tentang hal ini, dan disusun teori mengenai musik melodi banyak (polifoni), sehingga setiap nada atau titik (punctus=point) bergerak secara mandiri atau berlawanan (counter), di sinilah lahir teori kontrapun (counterpoint=kontrapunt).

Johan Sebastian Bach (1685-1750) adalah salah satu empu musik polifoni dengan teknik kontrapun yang sangat tinggi, karema disusun seperti matematik. Hampir semua komponis Era Barok (1600-1750) menyusun dengan teknik kontrapun, misalnya George Frederic Handle dari Inggris, Jean Remeau dari Pernacis, Correli dari Itali, dlsb. Lagu rakyat dengan gaya polifoni adalah Papa Yakob.

Pada awalnya orang menyusun dengan Kontrapun Terikat atau Strict Counterpoint, namun kemudian menadapat kebebasan berdasarkan teori Kontrapun Bebas atau Free Counterpoint.
Musik Homofoni Era Klasik 1750-1825

Selanjutnya pada Era Klasik (1750-1825) ditemukan susunan akord yang berdasarkan tri-suara (triad), selanjutnya berkembang dengan empat suara atau lebih. Musik yang demikian ini disebut Musik Homofoni, sehingga kontrapun menjadi variasi melodi yang kontrapuntis.
Musik Klasik Era Romantik 1820-1910

Hampir tidak banyak perubahan dalam kontrapun dan harmoni secara fundamental pada Era Romantik (1820-1910), namun ada kemajuan dalam orketrasi lengkap (dengan penemuan alat musik). Era ini adalah yang terakhir dan masih dapat diterima dengan pendengaran masyarakat umum. Terutama pada musik opera, musik balet, dan walsa wina.
Musik Klasik Modern 1910-sekarang

Musik Modern dengan Musik Atonal dan Politonal telah jauh dari penggemar musik yang menyenangi musik konvensional, karena suara yang disonan dan irama yang tidak teratur membutuhkan konsentrasi dalam mendengar.
Sejarah Musik Pop sejak 1920
Musik Ragtime di Amerika Serikat sejak 1890

Musik Ragtime atau Cincang-Babi, adalah musik Amerika yang dipengaruhi oleh etnis Afrika-Amerika dan musik klasik Eropa. Musik ini mulai terkenal di daratan Amerika sekitar tahun 1890 hingga 1920. Musik ini mempuyai tempo atau irama yang cepat dengan dominasi sinkopasi, namun ada juga yang berirama agak lamban.

Biasanya musik ini dimainkan khusus dengan piano, gaya cincang-babi, dan para pianis dan pencipta antara lain Scott Joplin (1868-1917), James Scott (1885-1938), dan Joseph Lamb (1887-1959).
Musik Blues di Amerika Serikat sejak 1895

Musik Blues juga lahir dari etnis Afrika-Amerika di semenanjung Delta Mississippi pada akhir abad XIX sekitar tahun 1895 dan berlangsung hingga kini. Musik ini lahir dari kehidupan para budak yang bekerja sebagai buruh tani ras Afrika di Amerika, di mana pada saat mereka bekerja atau istirahat sore hari mereka mengalunkan lagu-lagu sedih (blues) yang khas melodi ras Afrika, dan tentu saja dengan lirik-lirik budak yang tertindas pada waktu itu. Pada awalnya lagu blues hanya dinyanyikan tanpa iringan instrument, kemudia baru meraka mempergunakan alat petik gitar sebagai iringan.

Belakangan musik blues ini mempengaruhi perkembangan musik jazz, country, dan rock. Perhatikan bahwa irama dan melodi musik blues sangat kental dengan ras Afrika. Kadang-kadang dalam syair timbul cerita tentang kesedihan mereka sebagai budak dan buruh tani, dan tentu saja perkembangannya sangat dipengaruhi lingkungan urban maupun desa Amerika, di mana ras Afrika mendominasi gaya musik blues.

Para pemusik blues dan pencipta blues, rata-rata orang hitam Amerika, adalah di mana W.C. Handy (1873-1958) adalah bapak blues. Lagu Aunt Hagar's Children dan Saint Louis Blues diterbitkan masing-masing pada tahun 1914 dan 1921.
Musik Pop di Amerika Serikat mulai 1920

Setelah Perang Dunia I berakhir (1918), maka musik baru di benua Amerika lahir yang disebut dengan Musik Populer. Musik ini terutama sebagai musik lantai dansa yang pada waktu itu menjadi populer sekali dan digemari oleh masyarakat seluruh dunia.
Musik Amerika Latin lahir sejak 1857

Ciptaan-ciptaan pencipta pada waktu itu dengan pengaruh latin adalah antara lain dari George Bizets Hababera dari opera Carmen (1875); Scott Joplin’s Mexican Serenade, Solace (1902); Maurice Ravels Rapsodie Espagnole (1907), dan Bolero (1928).

Musik pop latin dimulai sejak dansa latin dikenal, yaitu sejak tahun 1920 juga. Dansa Tango menjadi salah satu balroom dance yang terkenal pada tahun 1920 di Amerika maupun Eropa, di mana lagu Tango yang bertangga nada minor dan melankolik, serta step dansa yang agresif. Setelah itu tahuj 1930 dan 1940 berkembang menjadi salah satu musik yang digemari di dunia, dengan tokoh seperti Xavier Cugat, Peres Prado, dlsb. Irama yang berkembang pada waktu itu adalah Rhumba, Samba, Conga, Salsa, Mambo, dlsb.
Musik Country sejak 1920

Musik Country sering diidentitaskan dengan musik cowboy (penggembala sapi). Musik ini lahir pada rekaman permainan biola country John Carson dengan rekaman "Little Log Cabin in the Lane" oleh Okeh Records pada tahun 1923. Kemudian lahir rekaman oleh Columbia pada tahun 1924 "Old Familiar Tunes". Seperti diketahui steel guitar masuk country pada tahun 1922, di mana Jimmie Tarlton bertemu dengan Hawaiian guitarist Frank Ferera pada pantai barat Amerika.

Mulai tahun 1927, selama 17 tahun Carters merekam sekitar 300 old-time ballads, lagu traditional, lagu country, dll. Selanjutnya pada tahun 1930-an dan 1940-an lagu cowboy menjadi populer di semua film Hallywood. Dan tahun 1939 irama Boogie-woogie menjadi terkenal.
Aliran-aliran dalam musik populer
Heavy metal
Hip-hop
R&B
Teen pop
Balada
Emo
Dance
Disko
Disko emo
Pop
Soul
Rock
Reggae
Musik elektronik
New age
Dark Metal
Death metal
Grind Metal
Progressive Rock
Progressive Pop
Progressive Metal
Alternative rock
Alternative pop
Alternative metal
slow rock 




http://id.wikipedia.org/wiki/Musik_populer 

untuk melihat video pop
 http://www.4shared.com/video/wIC5f4n9/Bondan_Prakoso__Fade_2_Black_-.html



 MUSIK SERIOSA

Pranajaya

Pranajaya (11 Desember 1929-1997) merupakan seorang penyanyi tenor dalam musik seriosa Indonesia. Ia sering disebut sebagai "Bapak Seriosa Indonesia". Sosok yang sudah mencintai seni suara sejak kecil ini, sewaktu kuliah di Yogyakarta dan sebelum mengikuti lomba nyanyi antarmahasiswa-mengubah namanya menjadi Pranajaya, tampaknya agar mudah diucapkan dan diingat.
Pranajaya yang pernah belajar di Jurusan Musik Vokal di Universitas Kesenian Tokyo ini kembali ke Jakarta tahun 1966 untuk mewujudkan impiannya mendirikan sekolah kursus vokal yang ia peruntukkan bagi seluruh anak-anak Indonesia. Lembaga inilah yang kemudian dikenal dengan nama Yayasan Bina Vokalia.
Selama hidupnya, Pranajaya menjuarai sejumlah lomba bintang radio, mencipta operet anak-anak, selain mencipta lagu. Atas jasa-jasanya, ia mendapat sejumlah penghargaan, antara lain dari Kaisar Jepang (1992) dan tahun lalu dari Presiden RI.


http://id.wikipedia.org/wiki/Pranajaya



MUSIK STAMBUL
Pada waktu itu lagu Stambul berirama cepat (sekitar meter 120 untuk satu ketuk seperempat nada), di mana Warga Kampung Tugu menyebut sebagai Keroncong Portugis, sedangkan Gesang menyebut sebagai Keroncong Cepat, dan berbaur dengan Tanjidor yang asli Betawi. Pada masa ini dikenal para musisi Indo, dan pemain biola legendaris adalah M. Sagi (perhatikan rekaman Idris Sardi main biola lagu Stambul II Jali-jali berdasarkan aransemen dari M. Sagi). Seperti diketahui bahwa panjang lagu stambul adalah 16 birama, yang terdiri atas:

[sunting] Stambul I:

Lagu ini misalnya Terang Bulan, Potong Padi, Nina Bobo, Sarinande, O Ina Ni Keke, Bolelebo, dll. dengan struktur bentuk A - B - A - B atau A - B - C - D (16 birama):
  • |I , , , |, , , , |, , , , |V7, , , |
  • |, , , , |, , , , |, , , , |I , , , |
  • |I7, , , |IV, , , |, , V7, |I , , , |
  • |, , , , |V7, , , |, , , , |I , , , ||

[sunting] Stambul II:

Lagu ini misalnya Si Jampang, Jali-Jali, di mana masuk pada Akord IV sebagai ciri Stambul II dengan struktur A - B - A - C (16 birama):
  • |I . . . |. . . . |. . . . |IV, , , | (tanda . artinya tacet)
  • |, , , , |, , , , |, , V7, |I , , , |
  • |, , , , |, , , , |, , , , |V7, , , |
  • |, , , , |, , , , |, , , , |I , , , ||

[sunting] Stambul III:

Lagu ini misalnya Kemayoran, di mana mirip dengan Keroncong A sli sehingga sering salah diucapkan dengan Kr. Kemayoran, yang seharusnya Stambul III Kemayoran, dengan struktur Prelude - A - Interlude - B - C (16 birama):
  • Pr|I , , , |, , , , | Prelude 2 birama
  • A1|, , , , |, , , , |
  • A2|II#, , ,|V7, , , | Modulasi 2 birama
  • In|, , , , |IV, , , | Interlude 2 birama
  • B1|, , , , |I , , , |
  • B2|V7, , , |I , , , |
  • C1|, , , , |, , , , |
  • C2|V7, , , |I , , , ||
http://id.wikipedia.org/wiki/Stambul




MUSIK POPULER INDONESIA


Standar Kompentensi :
Mempresentasikan tanggapan tentang keragaman seni tradisi nusantara dan negara lain dengan memperhatikan konteks kehidupan budaya masyarakat.

A. Pengertian Musik Populer
Istilah pop diambil dari kata populer, musik populer artinya musik yang asalnya dari barat, dari yang sulit diterima (klasik) menjadi musik ringan yang dapat diterima oleh lapisan masyarakat. Ciri-cirinya adalah ringan, sederhana, akrab, dan disenangi masyarakat pada masa tertentu.

B. Musik Populer Indonesia
Adalah musik populer berbahasa Indonesia yang tumbuh dan berkembang dan menyatu dengan masyarakat Indonesia.

Jenis-jenis musik populer Indonesia
1. Musik Keroncong
Adalah suatu corak musik populer Indonesia yang terdiri atas bagian-bagian melodi, ritme atau iringan dan bass. Asal mula musik ini dibawa oleh para Mardijker, yaitu bekas budak-budak portugis yang berpihak pada Belanda di masa penjajahan. Musik ini dahulu tidak hanya untuk mengiringi nyanyian tetapi juga untuk mengiringi teater (moresco), maka banyak orang menyebutnya sebagai Keroncong Moresko.

Tokoh-tokoh musik Keroncong :
~Koesbini
Seorang komposisi yang termasuk pelopor keroncong modern. Pembaharuan musik keroncong asli dilakukannya pada tahun 1935 dengan menambah instrument trompet, saksofon, clarinet, piano dll sekaligus membuat partitur, masing-masing dengan partainya sendiri-sendiri yang terdiri dari 30 pemain.

Dalam perjalanannya keroncong memasuki dasawarsa 1950-an, semakin kuat citra Solo menguasai keroncong Indonesia, misalnya Gesang yang memberi ciri khas baru, yaitu dominasi bunyi cello yang dipetik menyerupai kendang.

~Gesang ( Hardjo Hartono )
Menciptakan banyak lagu yang mempopulerkan kota Solo seperti : Bengawan Solo, Solo di Waktu Malam Hari, dan Tirtonadi, dll
~Andjar Ani
Dasawarsa 1960-an semakin jelas warna keroncong solo meyeruak menjadi perhatian nasional dengan masuknya unsur langgam Jawa secara tajam dalam penyajiannya. Misalnya lagu : Yen Ing Tawang
~ S. Dharmanto
Lagunya : Lara Branta
~ Ismanto
Lagunya : Wuyung, Irama Malam, Dinda Bestari, dan Telaga Sarangan.
Penyanyi-penyanyi keroncong :
~ Waldjinah (Walang Kekek, Jangkrik Genggong)
~ S.Tarsih, Darsih Kesawa, Sundari Soekotjo, Wiwiek Sumbogo, Toto Salmon, Mus Mulyadi.

2. Musik Seriosa
Adalah musik bagian dari musik klasik yang lebih menonjol pada vokal dengan teknik vibrasi yang mencapai mutu tinggi.

Tokoh-tokoh musik Seriosa Indonesia
Amir Pasaribu
Seorang tokoh musik Indonesia yang merupakan seniman intelektual, pemikir, dan penulis.
Cornel Simanjutak
Lahir di Balige, Sumatera 1920 dan meninggal 15 September 1946 di Pakem, Yogyakarta. Beliau meninggal sebagai pahlawan dua medan, yaitu sebagai Patriot Bangsa dan Seniman. Lagunya yang mengobarkan semangat perjuangan yaitu MAJU TAK GETAR. Lagu seriosa yang diciptakan adalah : O’Angin, Kemuning, Kenangan, Wijaya Kesuma, Citra, dll
Liberty Manik
Lahir di Sidikalang, Tapanuli 1924. Merupakan DOCTOR MUSIC yang di raihnya di Frie Universitat , Berlin, Jerman Barat. Lagu kebangsaan yang diciptakannya antara lain : Satu Nusa Satu Bangsa.
Ibu Sud ( Sarijah) Isteri dari Bintang Sudibyo
Lahir 26 Maret 1908 di Sukabumi. Lagu yang di ciptakan dari tema kebangsaan, anak-anak dan cinta tanah air, antara lain : Kupu-kupu, Tukang Kayu, Berkibarlah Benderaku, Tanah Airku, Merah Putih, Indonesia Tumpah Darahku, dll.
Mochtar Embut
Lahir di Ujung Pandang, 5 Januari 1934. Lagunya : Pemilu dan Keluarga Berencana.
R.AJ Sujasmin
Lahir di Yogyakarta, 25 Maret 1913. Lagunya antara lain : Antara Tugas dan Cinta, Hanya Sepekan, dan Peristiwa Cikini (Musik Film).

3. Musik Hiburan
Adalah jenis musik dengan instrumen tertentu yang tidak termasuk dalam golongan keroncong dan golongan seriosa.

Periode Perkembangan Musik Hiburan Indonesia :
a. Dasawarsa 1920-1940-an
~Tjok Sinsu (George Rudolf Wilhelm Sinsu)
Lahir di Taruna, Sulawesi Utara pada tgl 18 November 1912 dan wafat di Bogor 9 juli 1974. Beliau yang pertama kali memperkenalkan cara memainkan cello secara pizzicato (dipetik) dalam keroncong. Pernah membentuk band yang bernama HAWAIIAN SYNCOPATORS yang bercita rasa ala alam melayu dan selera Amerika. Lagu ciptaannya antara lain : Pemilihan Umum.
~Wage Rudolf Supratman
Lahir pada hari Jum’at Wage, 9 maret 1903 di Desa Somongari Kab. Purworejo, Jawa Tengah. Lagu ciptaannya menjadi lagu kebangsaan Indonesia. Pernah memimpin band jazz BLACK AND WHITE tahun 1920-an yang merupakan pelopor jazz band di Indonesia.
~Jacob Sigarlaki
Merupakan musisi jazz di Indonesia dan pemimpin dari band MELODY MAKERS di Jakarta tahun 1930-an.
~Boetje Pesolima
Merupakan drummer jazz terbaik tahun 1937 yang juga anggota dari band Melody Makers.

Kehidupan musik jazz tahun 1940 merupakan puncaknya dalam sejarah musik jazz di Indonesia, yang memunculkan seniman, dan kritikus di antaranya;

~Harry Lim
Seorang kritikus musik terutama di bidang musik jazz.

b. Dasawarsa 1950-an
~Ismail Marzuki
Lahir 11 Mei 1914 di Kwitang, Jakarta. Meninggal 25 Mei 1954 di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta. Semasa hidupnya bekerja di RRI Jakarta dan pelopor Hari Radio tanggal 11 September 1946. Beliau berjasa menggembleng pejuang –pejuang Indonesia melalui siaran maupun lagu-lagu ciptaannya.
Lagu-lagu ciptaannya antara lain : Rayuan Pulau Kelapa, Indonesia Pusaka, Selendang Sutra, Tinggi Gunung Seribu Janji, Kopral Jono, Juwita Malam, dll.
~Iskandar
Lahir di Plaju, Sumatera, 2 September 1921. Beliau banyak berhubungan dengan banyak musisi jazz Amerika antara lain Owen Engel. Salah satu karyanya pernah diikutkan dalam festival jazz di Park Mall, New York City tahun 1956 adalah Tamasya ke Bali. Lagu-lagunya antara lain : Persembahanku, Layang-layang Putus, Payung Fantasi, dll.
~Titiek Puspa
Penyanyi, pencipta dan sutradara opera. Lahir di Kalimantan Selatan 1937 namun besar di Semarang yang pada tahun 1954 ia keluar sebagai pemenang Bintang Radio RRI Semarang hingga kariernya terus menanjak dan hijrah ke Jakarta. Lagu-lagu ciptaannya antara lain : Apanya Dong ?, Marilah Kemari, Jatuh Cinta , Minah gadis Dusun, Kau Tinggalkan Aku, Bing, Kupu-kupu Malam, Kasih di antara Remaja, dll.

c. Dasawarsa 1960-an
~Idris Sardi
Violis, dirigen, komponis, dan arranger terkemuka Indonesia yang lahir di Jakarta 6 Juni 1936. Membentuk group band EKA SAPTA, dengan anggota Ireng Maulana, Kiboud Maulana, Enteng Tanamal, Benny Mustapha, Joppie Item, Hengky TheCommets, Rully BS 69, Wiharto, dan Arifin Z.
Karya-karyanya : Oh jauh di mata, Petir sepanjang malam, dan Pesta Musik Labana.
~Dewi Puspa Band
Di dirikan di Surabaya 1964 oleh Susy Nander (drum), Titiek Hamzah (bas, vocal), Titiek AR (gitar, vocal), dan Lies AR (gitar, vocal, keyboard) yang berusia rata-rata 15-17 tahun. Mengadu untung di Jakarta yang akhirnya berani mengayun langkah debut Internasional tahun 1968.

~Bill Saragih (Amirsyah Saragih)
Musisi, penyanyi, pianis, flutis, dan vibranophonis ini mendapat julukan Loius Amstrong-nya Indonesia. Lahir di Sinda Raya, Sumatera 1933. Tahun 1972 tinggal di Australia dan mempunyai murid dari usia 8-50 tahun karena kemampuannya menguasai berbagai alat musik.
~Ireng Maulana (Eugene Lodwijk Willem Maulana)
Lahir di Jakarta 15 Juni 1944. Gitaris, banjois, arrager, dirigen dan pemimpin band IRENG MAULANA ALL STAR ini, dulu sering tampil dalam acara kuis tebak lagu Berpacu dalam Melody (di TVRI kemudian IndoSiar dan Terakhir di Metro TV).
Sebelumnya pernah membentuk band jazz INDONESIA LIMA. Jasanya antara lain sebagai pemprakarsa adanya JAK JAZZ atau Festival Jazz Internasional di Indonesia yang dihadiri dari seluruh negara belahan dunia.
~Rinto Harahap
Lahir di Sibolga, Sumatera, 10 Maret 1949. Penyanyi, pencipta lagu, gitaris dan eksekutif perusahaan ini banyak mencetak penyanyi muda seperti : Diana Nasution, Christine Panjaitan, Iis Sugianto, Betharia Sonata, Nor Afni Octavia dll.
~A.Riyanto
Instrumentalis dan pencipta lagu ini lahir di Solo 1943.
Lagu-lagu ciptaannya antara lain : Sebelum Kau Pergi, Kesepian, Senja Kelabu, dll
~Alfonso Is Haryanto
Musisi, penyanyi, dan pencipta lagu ini lahir di Solo.
Karya-karyanya laris manis di pasaran dan masih disukai sampai saat ini adalah Sepanjang Jalan Kenangan, Rek Ayo Rek, Liku-liku, Cinta Monyet, dan Nona Anna.
~Koes Bersaudara
Merupakan group band yang anggota masih satu ikatan saudara ini, lagu-lagunya masih melegenda, dari jenis musik pop Indonesia, pop keroncong, pop jawa sampai pop dangdut. Berubah formasi menjadi KOES PLUS karena salah satu personilnya meninggal dan digantikan dari luar. Perjalanan kariernya sampai pernah masuk penjara di karenakan musiknya dilarang pemerintah saat itu.
~ Dara Pusphita, The Singer, The Beat Girl, dll

d. Dasawarsa 1970-an
~Trio Legendaris
Beranggotakan Chrisye, Yockie Suryoprayogo, dan Eros Jarot. Berhasil membawa musik Indonesia ke wilayah yang belum pernah dijelajahinya. Keapikan aransemen Yockie yang berpadu dengan kekuatan lirik Eros, berhasil ditafsirkan dengan baik oleh suara tenor Chrisye. Album Badai Pasti Berlalu adalah contoh terindah kolaborasi mereka, dan masih direkam ulang sampai sekarang.
~Bimbo
Kerjasama dengan penyair Taufiq Ismail yang menulis syair Bimbo, yang beranggotakan Acil, Iin, Jaka dan Sam yang merupakan kakak beradik dari keluarga Hardjakusumah dan Yudhistira ANM Massardi. Lagu-lagunya kebanyakan bernuansa religius, antara lain : Tuhan, Sajadah Panjang, Anak bertanya pada Bapaknya, dll.
~Ebiet G. Ade
Melantunkan lagu-lagunya yang bernuansakan alam, kasih sayang yang lain daripada lain, musik Ebiet yang merajai musik nasionalsaat itu dan masih tetap melegenda hingga saat ini. Seperti : Camelia (1982), Kupu-kupu Kertas, Aku ingin Pulang, Untuk Sebuah Nama, dll

~Rhoma Irama (Soneta Group)
Berhasil me-revolusi musik dangdutyang memadukan unsur Rock dan Brass Big Band ke dalam lagu-lagunya yang masih terus dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi dangdut sekarang. Keberhasilannya saat itu membawa dampak banyak penyanyi/band yang lari ke dangdut seperti Koes Plus, Deddy Dores, The Mercys dan D’Loyd.
~Gank Pegangsaan (Dimotori Keenan Nasution )
~Koes Plus, Favorite Group, D`Loyd, Panjaitan Bersaudara, Good Bless.
~Franky Sahilatua dan Jane, Leo Kristy, Ully Sigar Rusady
~Teti Kadi, Ade Manuhutu,dll

e. Dasawarsa 1980-an
~Igor Tamerlan
Pandai dalam menulis dan menggaransemen lagu serta mahir dalam mengutak-atik syntheisizer, Igor berhasil meramu musik New Age dari Jean Michel Jarre, musik tradisional Bali dan cengkok reggae dan rap yang bernuansakan dangdut menjadi sebuah lagu yaitu Bali Vanili.
~Oddie Agam
Mendapat julukan The Piano Man karena mahir memainkan instrumen ini, dan sempat menelorkan album solo Gadis Sentimentil (1985), lagu-lagu hit lainya antara lain : Tanda-tandanya. Berhasil mengorbitkan penyanyi Malaysia yaitu Sheila Madjid dengan lagunya Antara Anyer dan Jakarta.
~Vina Panduwinata
Memiliki rentang vocal empat oktaf dengan desah eksotis, makin mengkilap diasah Addie M.S. Vina berhasil mengukir sejumlah hit antara lain : Burung Camar (1984) ciptaan : Huboyo Djati yang menjadi julukan abadinya, lagu-lagu lainnya antara lain : September Ceria, Aku melangkah lagi, Di dadaku ada kamu, Aku makin cinta (1990-an), dll
~Virgiawan Listianto (Iwan Fals)
Mendapat julukan Bob Dylan-nya Indonesia yang sempat menyandang sabuk Karate Dan II. Dengan gitar akustik, rambut dan misai gondrong tak terurus, serta suara parau yang tak hentinya menyuarakan protes. Album pertamanya Oemar Bakrie (1981).
~Faris Rustam Munaf (Fariz RM)
Awal kariernya sebagi penabuh drum di Badai Band (1970-an) yang akhirnya beralih ke keyboard, mencuat sebagai penulis dan penyanyi handal dengan lagunya yang terkenal Barcelona, Sakura, dll.
~2D (Dedy Dhukun dan Dian Permana Putra)
Mencoba mendekati teknik Michael Frank yang meramaikan bursa musik di tanah air dengan albumnya : O’ ya, yang kini dirilis ulang lagu-lagunya oleh Warna.
~Indra Lesmana
Musisi Jazz berbakat putra dari musisi Jack Lesmana, sejak kecil telah menunjukkan bakatnya hingga masuk dalam majalah Jazz di Amerika, karena prestasinya di dunia Jazz Internasional. Hingga saat ini telah membuat karya-karya idealis maupun populer.
~Iwa Kusuma (Iwaka), Nicky Astria, Inka Christy, Ruth Sahanaya, Trie Utami, Nike Ardilla, Dedy Dores, Nia Daniati, Doel Sombang, Jamal Mirdad, dll
~Elfas Singer, Trio Libels, Kahitna, Krakatau, dll


f. Dasawarsa 1990-an
~Adegan
Beranggotakan Indra Lesmana, Harry Mukti, Donny Suhendra, Matez, dan Gilang Ramadhan.
~Kla Project
Personilnya Katon, Lilo dan Adi Adrian, mampu merebut hati para pecinta musik yang apik dengan keutuhan aransemen dan kedalaman syairnya
~Java Jive
Dimotori oleh Danny, Fatur, dkk yang kini sudah resmi membubarkan diri.
~Slank
~Gigi
~Dewa 19,
~Warna, Bunglon, dll
~Krisdayanti, Reza, Rossa, Melly Goeslaw, Glen Fredly, dll

Tugas : Carilah group band atau penyanyi pada dasawarsa 1990-an lainnya, beserta lagunya yang kamu ketahui kemudian nyanyikanlah di depan kelas.

g. Dasawarsa 2000-an
~Dewa
~Sheila On Seven
~Padi
~Jikustik
~Tipe-X
~Funky Kopral
~Peterpan, dll
~Audy, Shanty, Marcel, Rio Febrian, dll



http://pashaiful.blogspot.com/2009/02/bahan-ajar.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar